#ICITalks Vol.3

“Enabling People For The Changing World Of Workplace”

ICI Indonesia kembali mengadakan ICITalks, sebuah diskusi ringan dan santai mengenai topik operational excellence dan continuous improvement (CI) antar industri. Seperti yang kita tahu, selain memperkaya pengetahuan, ICITalks juga menghubungkan semua pemangku kepentingan industri di dalam platform tunggal.

Seperti biasa, di ICITalks, kami membahas topik hangat saat ini dengan pakar industri dan memfasilitasi ajang berbagi ide antar peserta. Di ICITalks Volume 3, topik yang dibahas adahah “Enabling People for The Changing World of Workplace” dengan pembicara Ari Samadhi dari Insititut Teknologi Bandung (ITB), Lisa Widodo dari Blibli.com dan Budi Santoso dari Aerofood Indonesia.

Di ICITalks Vol 3, para CI enthusiast membahas tentang seberapa siap sumber daya manusia kita untuk menghadapi dinamika dan tantangan industri di era digital saat ini. Bagaimana menghadapi situasi bisnis sangat cepat berubah?

Dalam obrolan santai yang berlangsung hari Selasa, 3 April 2018 ini, para pembicara membahas bagaimana seharusnya pelaku bisnis menyikapi dampak dari situasi bisnis saat ini. Selain itu, dibahas juga bagaimana peran akademisi dan pemerintah agar bisa mendukung kebutuhan akan sumber daya manusia yang tangguh dalam menghadapi tantangan.

Selain membahas mengenai tantangan dan perubahan di dunia bisnis, peserta dan pembicara juga berbincang mengenai peran karyawan dalam perubahan di sisi bisnis, bagaimana strategi perusahaan mendapatkan talenta berkualitas, peran para stakeholder untuk menarik mereka, dan bagaimana strategi perusahaan utnuk membentuk dan memupuk para talenta berkualitas. Tujuannya adalah agar para karyawan dapat memberi yang terbaik pada perusahaan sambil mengembangkan diri mereka sendiri.

Dalam presentasinya, Lisa Widodo dari Blibli.com membahas tentang perkembangan bisnis berbasis internet, berbagai tantangan yang mengiringinya dan bagaimana strategi untuk memaksimalkan talenta untuk tetap bersaing dalam dunia digital yang terus berkembang.

Pembahasan Lisa dimulai dari penjabaran mengenai negara-negara Asia Tenggara yang memasuki era internet economy, perubahan perilaku belanja, dan tren sumber daya manusia, di mana para milenial mendominasi dunia kerja di tahun 2018 ini.

Lalu Lisa mengungkapkan bagaimana strateginya memberdayakan para talenta milenial ini, di mana da tiga kunci sukses, yakni:

  1. People—talenta yang dimiliki perusahaan.
  2. Mindset—pola pikir karyawan dan stakeholders.
  3. Culture—budaya perusahaan yang menentukan karakter bisnis dan seluruh talenta yang ada di dalamnya.

Beliau lalu membahas tentang studi kasus people empowerment yang diterapkan juga di Blibli.com. Konsepnya adalah GAMIFICATION. Di mana keuntungan bagi perusahaan yang menerapkan (dalam studi kasus tersebut adalah Kota Las Vegas) di antaranya:

  Keterlibatan yang lebih baik dari karyawan generasi millennial

  Kemampuan menarik talenta-talenta baru baru

  Kemampuan mengonversi “hal-hal yang harus Anda lakukan” menjadi “hal-hal yang ingin Anda lakukan.”

  Memperkuat Kualitas Layanan dan Citra Layanan Pelanggan.

Studi kasus kota Las Vegas tersebut diterapkan di Blibli.com sebagai bagian dari strategi memberdayakan talenta-talenta yang dimiliki perusahaan.

Narasumber lainnya, yaitu TMA Ari Samadhi, MSIE., Ph.D—Associate Profesor Teknik Industri ITB

Ari Samadhi dari Teknik Industri ITB yang memaparkan perubahan yang dapat terjadi di tempat kerja, sesuai dengan prinsip VUCA:

   V untuk Volatile: Di mana kestabilan hanya terjadi dalam masa singkat, bisnis terus berubah dan berfluktuasi.

   U untuk Uncertain: Saat ketika arah perubahan tidak bisa dikenali sejak awal, serba tidak pasti.

   C untuk Complex: Di mana perubahan pada satu hal berdampak pada hal-hal lain yang saling bergantungan sehingga menimbulkan kerumitan tinggi.

   A untuk Ambiguous: Saat-saat di mana situasi menjadi tidak jelas, yang sering terjadi di tempat kerja.

Ari Samadhi memaparkan bahwa kunci keberhasilan menyiapkan talenta-talenta (SDM) dalam organisasi, supaya mereka melihat perubahan sebagai suatu kebiasaan, dan mengeluarkan mereka dari zona nyaman yang konstan, adalah:

  Kepemimpinan: Harus mampu mengelola kerumitan dan kontradiksi, Menfasilitasi lingkungan kerja anti status quo.

  Kemampuan internal: Mobilitas cross-functionality, kompetensi mengelola perubahan, tata kelola dan mekanisme standar untuk mengatur perubahan.

  Budaya: Keselarasan dengan budaya perusahaan, kemampuan fleksibel dan kreatif-inovatif, bisa menghitung risiko, kerja sama, kemampuan menerima kegagalan dan memberi penghargaan pada keberhasilan, komunikasi, dan sebagainya.

  Pemanfaatan teknologi: Memamfaatkan teknologi untuk melakukan analisis big data untuk mendapatkan prediksi, trend, dan sebagainya. Lalu ada media untuk mengkomunikasikan perubahan, juga sosial media untuk komunikasi dua arah yang intensif.

Ari lalu menjabarkan tentang studi kasus mengenai bagaimana menyiapkan talenta alias karyawan di perusahaan untuk menghadapi tantangan bisnis saat ini dan di masa depan. Studi kasusnya mengenai bagaimana merekrut dan mempersiapkan para insinyur di sebuah perusahaan.

Narasumber lainnya, yaitu Budi Santoso—Direktur PT Aerofood Indonesia

Pada ICITalks Vol 3, Budi Santoso dari Aerofood membahas mengenai bagaimana memberdayakan karyawan dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berubah. Beliau mengawali sesinya dengan menjabarkan bagaimana organisasi beralih dari “mesin” menjadi “organisme hidup.”

Organisasi “Mesin” cirinya adalah:

  Kepemimpinan hirarkis / top down.

  Birokrasi yang kaku.

  Instruksi mendetail kepada karyawan yang menciptakan silo-silo.

Organsiasi “Organisme Hidup” cirinya adalah:

  Merupakan kondisi ideal bagi organisasi untuk menghadapi tantangan dan perubahan.

  Hirarki dan batasan tak begitu penting, fokus untuk bertindak.

  Tim dan talenta dibangun dengan akuntabilitas dari hulu ke hilir.

  Kepemimpinan yang menunjukkan arah pergerakan dan mendorong tindakan.

  Perubahan sumber daya yang cepat dan fleksibel.

Beliau juga membahas tentang tantangan Organisasi yang dibawa oleh “Revolusi Digital” telah mengubah industri, ekonomi, dan masyarakat, yang dinyatakan dalam empat tren saat ini:

  1. Lingkungan yang berkembang cepat.
  2. Pengenalan teknologi pengganggu secara konstan.
  3. Mempercepat digitalisasi dan demokratisasi informasi.
  4. Persaingan antar-perusahaan untuk memperebutkan talenta terbaik.

Selain itu, sebagai bagian dari strategi pengembangan talenta, Budi juga membahas tentang lima kunci penting bagi perusahaan untuk menjadi “agile organization,” di antaranya:

  1. Strategi
  2. Struktur
  3. Proses
  4. Karyawan/Talenta
  5. Teknologi

Beliau menutup pemaparan yang praktis dan aplikatif dengan pembahasan mengenai dasar-dasar yang harus dibangun perusahaan untuk menjadi “agile organization.”

***

Tema menarik yang memang sering jadi kendala para CI enthusiast ini segera memancing antusiasme mereka. Ruangan WeWork Gama Tower Function Room yang menjadi lokasi diskusi segera menjadi ajang tukar pikiran dan networking di antara para peserta.

Salah satu peserta, Rusnan Jacob, berpendapat topik yang dibahas di ICITalks Vol 3 “membantu mereka dalam menemukan solusi untuk permasalahan yang dihadapi di tempat kerja.”

Peserta lainnya berpendapat topik diskusi mengenai pengembangan sumber daya manusia “menarik untuk pengembangan diri peserta.” Mereka menganggap topik dibahas di saat yang tepat, dan memang topik tersebut sedang menjadi hot issue di kalangan pelaku industri.

Diskusi hangat namun bersemangat tersebut ditutup dengan sesi tanya jawab, di mana pembicara menampung dan mencoba menjawab pertanyaan dari para CI enthusiast.

***

Please find the material from our speakers Ari Samadhi – ITB and Budi Santoso – Aerofood Indonesia.

#ICITalks Vol. 3

#ICITalks Vol. 3

#ICITalks Vol. 3

#ICITalks Vol. 3

#ICITalks Vol. 3

#ICITalks Vol. 3

#ICITalks Vol. 3

#ICITalks Vol. 3



https://www.youtube.com/watch?v=9FSl64yoV7E