#ICITalks Vol.4

“Millennials In The Workforce: How They Reshape The Organization’s Culture”

Seiring berlalunya tahun, para milenial kini mendominasi pasar tenaga kerja dan mulai menempati posisi-posisi penting di perusahaan. Tak ayal, peran milenial dalam mengukir prestasi perusahaan dan membentuk budaya korporat pun sangat besar. Kali ini, ICI Indonesia mengangkat tema “Millennials In The Workforce: How They Reshape The Organization’s Culture” pada ICI Talk Vol. 4, untuk membantu perusahaan mendapat gambaran bagaimana menanfaatkan kreativitas dan etos kerja para milenial untuk memajukan perusahaan.

Apa saja yang menjadi bahasan utama pada ICI Talk yang sangat menarik ini? Beberapa di antaranya adalah:

Karakteristik Milenial

Di sini pembicara memaparkan seperti apa karakter milenial di tempat kerja, bagaimana mereka berperan dan apa dampak terbesar kehadiran mereka bagi perusahaan. Pembahasan ini berasal dari dua sudut pandang, yakni sudut pandang korporat dan sudut pandang para milenial. Peserta dan para pembicara terlibat diskusi yang seru di sesi kali ini.

Karakter Positif Millennial untuk Membawa Pembaruan

Pembahasan mengenai karakter milenial di sini lebih mengarah kepada sisi positifnya, di mana mereka mampu membawa pembaruan dan perbaikan berkepanjangan di perusahaan. Beberapa karakter positif milenial di tempat kerja di antaranya: sangat terkoneksi dengan dunia, multitasker, sangat melek teknologi, pekerja keras, loyal kepada perusahaan dan menyukai tantangan.

Atmosfer Sebuah Organisasi

Di poin ini dibahas mengenai bagaimana atmosfer sebuah organisasi mempengaruhi kinerjanya dan hasil kerjanya. Juga dibahas mengenai pentingnya meningkatkan atmosfer kerja, peran HR untuk meningkatkan dan menstimulasi lingkungan kerja, dan bagaimana pelatihan karyawan mampu membentuk atmosfer organisasi.

Pentingnya Budaya untuk Kemajuan Bisnis

Pembahasan mengenai mengapa budaya adalah hal yang paling penting untuk bisnis, bagaimana cara menciptakan budaya yang akan memaksimalkan kinerja milenial, dan budaya seperti apa yang ideal untuk sebuah bisnis.

Selain itu, pada ICI Talk Vol. 4 ini, dibahas juga mengenai:

  • Organisasi dan bagaimana cara pandang karyawan millenial
  • Arti dari Career Journey for Millenials, dan bagaimana organisasi mengembangkan generasi ini untuk mempersiapkan pemimpin masa depan?

ICI Talks kali ini mengundang para pembicara yang sangat mapan di bidangnya, seperti Patrick Adhiatmaja, CEO MPM Lubricants; Jonathan End, Head of Social Media Go-Jek.

 

Patrick AdhiatmajaCEO MPM Lubricants

Patrick membicarakan bagaimana karyawan milenial membentuk kembali budaya di perusahaan MPM Lubricants. Pemaparannya dimulai dengan penjelasan mengenai perjalanan MPM Lubricants selama 30 tahun terakhir, dan bagaimana pada akhirnya karyawan milenial dalam beberapa tahun ini membentuk ulang budaya kerja di perusahaan tersebut. Ia  juga memaparkan demografi MPM Lubricants, di mana karyawan milenial mengisi sekitar 74% posisi di perusahaan. Untuk memaksimalkan potensi karyawan milenial mereka, MPM Lubricants mengembangkan digital platform agar mereka bisa terus terkoneksi. Beberapa platform tersebut di antaranya:

  • Employee Self-service
  • Short Interval Control
  • FIX System
  • Geotagging Outlet
  • POS System
  • Mechanic Apps.

Untuk memaksimalkan peran karyawan milenialnya, MPM Lubricants juga terbuka dengan ide-ide dan masukan mereka. Selain itu, Patrick juga memaparkan berbagai pencapaian penting yang dicetak oleh para karyawan milenialnya. Dia juga menjelaskan bagaimana milenial mampu menginspirasi dan memberikan pelatihan, di antaranya pelatihan Six Sigma, Project Management, Management Trainee, ISO 9001:2015, Knowledge Sharing Brand Activation serta Digital Strategy.

 

Jonathan EndHead of Social Media Go-Jek

Jonathan End dari Go-Jek memaparkanperan karyawan milenial di perusahaan pembuat aplikasi karya anak bangsa ini. Jonathan menjelaskan mengenai karakterisktik karyawan milenial, yakni:

Multitasker: Mereka mampu mengerjakan banyak hal sekaligus. Ini juga berarti bahwa kita mudah teralihkan dan seringkali terjebak dalam aktivitas media sosial dan chatting yang sulit ditolak selama bekerja.

Sangat terhubung secara online: Milenial tahu segala sesuatu tentang media sosial karena mereka terlibat di dalamnya. Mereka terus menerus memantau Facebook, Twitter, Instagram, dan itulah cara mereka berbagi dan mendapatkan informasi.

Melek teknologi: Milenial, lebih dari generasi lainnya dalam angkatan kerja, bisa dengan cepat mengadopsi teknologi baru dan menguasainya. Mereka mengharapkan pembaruan berkala dan perubahan perangkat lunak atau layanan, dan mereka bisa tetap menguasai kemajuan tersebut.

Jonathan juga memaparkan tentang perbedaan ekspektasi dan nilai-nilai yang dianut milenial dengan persepsi perusahaan, dan bagaimana perusahaan bisa mengatasi perbedaan ini. Sebagai contoh, perusahaan menganggap uang-lah yang penting bagi karyawan milenial. Sedangkan yang sebenarnya adalah, pekerjaan yang diminati dan sesuai passion-lah yang penting bagi mereka.

Selain itu, kepala Socia Media di Go-Jek tersebut juga memaparkan beberapa harapan karyawan milenial kepada perusahaan: Fleksibilitas. Yakni:

  • Waktu yang fleksibel: Karyawan memilih kapan mereka mulai dan selesai kerja.
  • Rekrutmen yang fleksibel: Menawarkan berbagai jenis kontrak, talenta pencarian sumber daya, dan sebagainya.
  • Peran yang fleksibel: Karyawan memilih, dengan pedoman tertentu, apa yang akan mereka lakukan sebagai bagian dari pekerjaan mereka.
  • Lokasi yang fleksibel: Karyawan memilih untuk bekerja dari kantor, dari rumah, atau lokasi lain.

Selain itu, karyawan milenial menginginkan transparansi, feedback yang konstan dari atasan dan revisi atas pekerjaan mereka.

Berganti-ganti tempat kerja adalah yang paling umum di kalangan generasi milenium dibandingkan dengan generasi lain, dengan rata-rata tiga tahun per pekerjaan.

Ada kecenderungan untuk menganggap bahwa generasi millennial berubah-ubah, kurang fokus, dan tidak termotivasi. Pada kenyataannya, milenial menghargai perkembangan profesional mereka di atas segalanya, dan sering merasa tidak sabar dengan perusahaan yang tidak peduli dengan potensi dan kemajuan mereka.

***

Tema menarik yang memang sering jadi pembicaraan segera memancing antusiasme peserta. Apalagi banyak dari mereka merupakan karyawan milenial. ICI Talk kali ini memfasilitasi milenial untuk menjelaskan aspirasi mereka kepada perusahaan. Ruangan WeWork Gama Tower Function Room yang menjadi lokasi diskusi segera menjadi ajang tukar pikiran dan networking di antara para peserta.